Tugas Topik 10_No 17_Dwi Ayuk Wulandari

   KOMUNIKASI DALAM KELAS ONLINE Komunikasi dalam kelas online terjadi antara fasilitator dengan peserta diklat, antar peserta, peserta dengan penyelenggara. Komunikasi tersebut dilakukan secara synchronous maupun asynchronous. Komunikasi dalam kelas online misalnya terjadi di dalam forum diskusi, chat, blog, massage, dan sebagainya.     1.     Forum Diskusi        Dalam forum diskusi akan terjadi komunikasi interaktif antara fasilitator dengan serta, antar fasilitator, antar peserta untuk tukar pengetahuan dan pengalaman atau sebagai sarana unjuk kerja peserta. Dalam forum diskusi terdapat beberapa moodle diantaranya : Forum tunggal sederhana, yaitu fasilitator hanya membuat satu topik untuk didiskusikan oleh setiap peserta. Forum standar, yaitu setiap peserta dapat berpartisipasi baik membuat topik diskusi baru maupun menanggapi topik diskusi yang telah dibuat sebelumnya, baik yang dibuat peserta itu sendiri maupun yang dibuat oleh pes...

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN E-LEARNING

 A.    KELEBIHAN E-LEARNING

E-learning memiliki beberapa kelebihan untuk digunakan. Ada beberapa ahli menyebutkan kelebihan dalam penggunaan e-learning.  Bates dan Wulf (1996) dalam Munir (2008) menyebutkan beberapa kelebihan penggunaan e-learning untuk pembelajaran jarak jauh online, yaitu:

·        Meningkatkan interaksi pembelajaran (enchance interativity)

Pembelajaran jarak jauh online yang dirancang dan dilaksanakan secara cermat dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara pembelajar dan materi pembelajaran, pembelajar dengan pengajar, dan antara pembelajar dengan pembelajar lainnya.

·        Mempermudah interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place  flexibility)

Pembelajar dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar kapan saja sesuai denga ketersediaan waktunya dan di manapun dia berada, karena sumber belajar sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh pembelajar melalui online  learning (Kerka, 1996; Bates, 1995; Wulf, 1996).

·         Memiliki jangkauan yang lebih luas (potential to reach a global audience)

Pembelajaran jarak jauh online yang fleksibel dari segi waktu dan tempat  menjadikan jumlah pembelajar yang dapat dijangkau kegiatan pembelajaran melalui online learning semakin banyak dan terbuka secara luas bagi siapa saja yang membutuhkannya. 

·         Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities)

Fasilitas yang tersedia dalam teknologi online learningdan berbagai software yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan materi pembelajaran elektronik. 

    Sedangkan menurut Menurut L. Tjokro (2009: 187), kelebihan e-learning  memiliki banyak kelebihan yaitu :

·         Lebih mudah untuk diserap

Artinya ialah menggunakan fasilitasmultimedia yang berupa suatu gambar, teks, animasi, suara, dan juga video.

·         Jauh lebih efektif didalam biaya

Artinya ialah tidak perlu instruktur, tidak perlu juga minimum audiensi, dapat dimana saja, dan lainsebagainya.

·         Jauh lebih ringkas

Artinya ialah tidak banyak mengandung formalitas kelas, langsung kedalam suatu pokok bahasan, mata pelajaran yangsesuai kebutuhan.

·         Tersedia dalam 24 jam per hari

Artinya ialah penguasaan dalam materi tergantung pada semangat dan juga daya serap pebelajar, bisa dimonitor, bisa diuji dengan e-test. 

Jadi dapat disimpulkan bahwa kelebihan e-leaning diantaranya adalah sebagai berikut :

  1.  Mempermudah pelaksanaan kegiatan pembelajaran.
  2.  Dapat diakses kapan saja dan dimana saja.
  3.  Mudah dijangkau.
  4.  Lebih hemat biaya karena tidak memerlukan biaya transportasi dalam pelaksanaannya.
  5.  Materi lebih mudah dipahami karena menggunakan media pembelajaran yang menarik.

B.    KEKURANGAN E-LEARNING

      Selain memiliki banyak kelebihan, e-learning memiliki beberapa kekurangan atau kelemahan. Kelemahan e-learning diantaranya adalah :

·      Salah satu ciri khas dari pembelajaran jarak jauh adalah terpisahnya secara fisik antara pengajar dengan pembelajar, sehingga menjadikan interaksi antara pengajar dengan pembelajar atau pembelajar dengan pembelajar lainnya menjadi tidak ada atau kurang sekali.

·   Teknologi merupakan bagian penting dari pendidikan, namun jika lebih terfokus pada aspek teknologinya dan bukan pada aspek teknis atau aspek pendidikannya, maka ada kecenderungan lebih memperhatikan aspek teknis atau aspek bisnis/komersial, dan mengabaikan aspek pendidikan untuk mengubah kemampuan akademik, perilaku, sikap, sosial, atau keterampilan dari pembelajar.

·    Proses pembelajaran dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan yang lebih menekankan pada aspek pengetahuan atau psikomotor dan kuran memperhatikan aspek afektif.

·      Pengajar dituntut mengetahui dan menguasai strategi, metode, atau teknik pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang mungkin selama pembelajar konvensional kurang dikuasainya.

·      Proses pembelajaran melalui e-learningmenggunakan layanan internet yang  menuntut pembelajar untuk belajar secara mandiri untuk memperoleh ilmu pengetahuan atau informasi dengan mengakses sendiri ke internetdan tidak menggantungkan diri pada informasi dari pengajar.

·        Kelemahan dari aspek teknis, yaitu tidak semua pembelajar dapat memanfaatkan fasilitas internet karena tidak tersedia atau langkanya komputer dengan internetnya.

·       Masalah keterbatasan ketersediaan software (perangkat lunak) yang biayanya masih relatif mahal, untuk itu diperlukan upaya memperoleh perangkat lunak tersebut dengan biaya yang tidak mahal, misalnya mengadakan kerjasama dengan para provider komputer atau pihak-pihak yang terkait dan tertarik dengan pendidikan.

·     Jika fasilitas komputer dan internetnya sudah tersedia lengkap dan tidak ada kendala, masalahna akan timbul karena kurangnya pengetahuan dan kemampuan atau keterampilan (skill dan knowledge) mengoperasionalkan komputer dan memanfaat internet secara optimal.

Sedangkan menurut Nursalam (2008: 140) kekurangan e-learning antara lain sebagai berikut:

·   Kecenderungan tersebut dapat mengabaikan aspek akademik atau juga aspek sosial dan juga sebaliknya membuat tumbuhnya aspekbisnis atau juga komersial.

·     Proses belajar mengajar tersebut cenderung kearah suatu pelatihandari pada pendidikan itu sendiri.

·   Berubahnya suatu peran pembelajar dari yang semula menguasai mengenai teknik pembelajaran yang juga dituntut untuk dapat mengetahui teknik pembelajaran menggunakan ICT (information, communication , dan juga technology).

·       Tidak pada semua tempat tersedia fasilitas internet.

·       Kurangnya suatu sumber daya manusia yang mengerti internet.

·       Kurangnya penguasaan dalam bahasa komputer.

·       Akses di komputer yang memadai tersebut dapat menjadi masalahsendiri bagi pebelajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini